Dokumen ini mengatur kerangka kerja Divistant untuk memastikan kelangsungan operasional bisnis saat menghadapi gangguan atau bencana. BCP disusun berdasarkan ISO 22301:2019 (Business Continuity Management) dan mendukung kepatuhan ISO 27001 Annex A.17 (Information Security Aspects of Business Continuity).
Versi: 1.1 | Berlaku sejak: 20 Februari 2026 | Review berikutnya: 20 Agustus 2026 | Disetujui oleh: Director
Filosofi CIRCCA
Ketahanan bisnis adalah wujud Courage kami terhadap klien, karyawan, dan stakeholder. Dengan semangat Curiosity dan Adaptability, kami mempersiapkan diri menghadapi berbagai skenario gangguan — memastikan layanan tetap berjalan dan kepercayaan tetap terjaga.
Ruang Lingkup
Aspek
Keterangan
Berlaku untuk
Seluruh operasional, karyawan, sistem IT, dan layanan klien Divistant
Business Continuity Plan — rencana untuk memastikan kelangsungan operasional saat gangguan
BIA
Business Impact Analysis — analisis dampak gangguan terhadap proses bisnis
RTO
Recovery Time Objective — target waktu maksimal untuk memulihkan layanan
RPO
Recovery Point Objective — target titik waktu data terakhir yang dapat dipulihkan
Failover
Peralihan otomatis ke sistem cadangan saat sistem utama gagal
Tabletop Exercise
Simulasi skenario tanpa eksekusi nyata untuk menguji kesiapan BCP
Pernyataan Kebijakan
Divistant berkomitmen untuk menjaga kelangsungan operasional dan layanan klien dalam segala kondisi melalui perencanaan, persiapan, dan pengujian yang sistematis terhadap berbagai skenario gangguan.
Analisis Dampak Bisnis (BIA)
Berikut adalah proses dan layanan kritis Divistant beserta target pemulihannya:
Proses/Layanan Kritis
RTO
RPO
Prioritas
Layanan klien aktif (project delivery)
4 jam
1 jam
Kritis
Sistem komunikasi (Email, BizOps Chat)
2 jam
1 jam
Kritis
Source code repository
4 jam
Real-time (continuous backup)
Kritis
Sistem HR & Payroll
24 jam
24 jam
Tinggi
Website & marketing
48 jam
24 jam
Sedang
Sistem internal non-kritis
72 jam
48 jam
Normal
Skenario Gangguan & Respons
1. Gangguan Infrastruktur IT / Cyber Incident
Fase
Tindakan
Deteksi
Monitoring otomatis mendeteksi gangguan; tim IT melakukan assessment awal
Containment
Isolasi sistem terdampak; aktifkan backup communication channel
Recovery
Restore dari backup; failover ke environment cadangan
Communication
Notifikasi ke klien terdampak dalam 4 jam; update berkala
2. Bencana Alam / Gangguan Fisik
Fase
Tindakan
Aktivasi
Seluruh karyawan beralih ke mode remote work
Operasional
Layanan klien dilanjutkan dari lokasi masing-masing (work from anywhere)
Koordinasi
Daily check-in via BizOps Chat/video call; eskalasi ke manajemen
Pemulihan
Assessment kerusakan kantor; timeline kembali ke operasional normal
3. Pandemi / Krisis Kesehatan
Fase
Tindakan
Monitoring
Pantau perkembangan situasi; ikuti arahan pemerintah