to select ↑↓ to navigate
Company Playbook

Company Playbook

Conflict Resolution Guide

Conflict Resolution Guide

Dasar Hukum: UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial) | UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial | ILO Convention No. 154 tentang Collective Bargaining | Best practices SHRM tentang conflict resolution dan employee relations

Document Control

Aspek Detail
No. Dokumen POL-LDR-003
Versi 2.1
Berlaku sejak 20 Februari 2026
Review berikutnya 20 Agustus 2026
Pemilik Dokumen People & Culture
Disetujui oleh Director

Riwayat Revisi

Versi Tanggal Penulis Perubahan
1.0 Februari 2026 People & Culture Dokumen awal
2.0 20 Februari 2026 AI Audit System Penambahan document control, standarisasi format
2.1 21 Februari 2026 AI Audit System Perbaikan nilai CIRCCA

Filosofi CIRCCA

Penyelesaian konflik di Divistant didasarkan pada prinsip menghormati semua perspektif yang ada, keberanian untuk menghadapi tantangan interpersonal secara konstruktif, dan pencarian solusi yang mendorong eksplorasi mendalam terhadap akar konflik. Nilai-nilai CIRCCA berikut membimbing pendekatan kami terhadap manajemen konflik:

  • Respect (Menghargai): Menghormati keberagaman perspektif, pendapat, dan cara pandang setiap individu, bahkan dalam situasi ketidaksepakatan.

  • Courage (Keberanian): Berani menghadapi konflik secara langsung dan konstruktif, tidak menghindari tetapi mengubahnya menjadi peluang pertumbuhan dan pemahaman.

  • Curiosity (Rasa Ingin Tahu): Mendorong eksplorasi mendalam terhadap akar konflik melalui pertanyaan terbuka, mendengarkan aktif, dan keinginan memahami perspektif semua pihak.


Keselarasan CIRCCA

Nilai Penerapan dalam Conflict Resolution
Commitment Berkomitmen menyelesaikan konflik secara konstruktif
Impact Memastikan resolusi konflik memberikan dampak positif bagi tim dan organisasi
Respect Menghormati perspektif setiap individu meskipun berbeda
Curiosity Mendorong eksplorasi mendalam untuk memahami akar konflik
Adaptability Fleksibel dalam pendekatan penyelesaian sesuai situasi
Courage Berani menghadapi dan menyelesaikan konflik konstruktif

Ruang Lingkup

Aspek Keterangan
Berlaku untuk Seluruh karyawan Divistant
Jenis konflik Task conflict, relationship conflict, process conflict
Pendekatan Informal (komunikasi langsung) lalu Mediasi lalu Formal
Tidak mencakup Perselisihan hukum industrial (diatur UU 2/2004 terpisah)

Definisi

Istilah Definisi
Task Conflict Perbedaan pendapat tentang isi pekerjaan (pendekatan teknis, prioritas, deliverable)
Relationship Conflict Gesekan dari perbedaan gaya komunikasi, kepribadian, atau harapan interpersonal
Process Conflict Ketidaksepakatan tentang cara kerja (role, alur kerja, alokasi resource)
I-statement Kalimat yang dimulai dengan "Saya" untuk menghindari kesan menyalahkan
Mediasi Proses penyelesaian konflik dengan bantuan pihak ketiga netral
De-eskalasi Teknik menurunkan intensitas emosi dalam percakapan

Pernyataan Kebijakan

Konflik adalah bagian alami dari dinamika kerja tim. Yang membedakan tim hebat dari tim biasa bukanlah ketiadaan konflik, melainkan bagaimana konflik tersebut dikelola dengan dewasa. Divistant tidak menghindari konflik — kami mengelolanya secara konstruktif.

ALUR PENYELESAIAN KONFLIK — PT DIVISTANT TEKNOLOGI INDONESIA KONFLIK TERIDENTIFIKASI Melibatkan harassment / diskriminasi / ancaman? YA Langsung ke HR / People TIDAK Langkah 1: Refleksi Diri Identifikasi inti masalah Fakta vs asumsi, cek emosi Langkah 2: Komunikasi I-statements, dengarkan aktif Fokus masalah, bukan orangnya Langkah 3: Resolusi Brainstorm solusi win-win Sepakati langkah + timeline OK? TIDAK Eskalasi Atasan → HR → Mediasi formal YA TERSELESAIKAN Follow-up 2-4 minggu JENIS KONFLIK: Task Conflict produktif Relationship Conflict destruktif Process Conflict Anti-retaliasi: Tidak ada konsekuensi negatif bagi pelapor dengan itikad baik

Jenis Konflik

Jenis Deskripsi Dampak Pendekatan
Task Conflict Perbedaan pendapat soal pekerjaan Sering produktif jika dikelola baik Diskusi berbasis data
Relationship Conflict Gesekan interpersonal Destruktif jika berlarut Komunikasi langsung, mediasi
Process Conflict Ketidaksepakatan soal cara kerja Menghambat produktivitas Klarifikasi role & tanggung jawab

Langkah Penyelesaian Konflik

Langkah 1 — Refleksi Diri

Pertanyaan Tujuan
Apa sebenarnya inti masalahnya? Identifikasi masalah sebenarnya
Fakta apa yang saya ketahui vs masih asumsi? Pisahkan fakta dari asumsi
Apa peran saya dalam situasi ini? Akui kontribusi sendiri
Apa hasil yang saya harapkan? Tetapkan tujuan realistis
Apakah emosi sedang mempengaruhi penilaian saya? Cek objektivitas

Langkah 2 — Komunikasi Langsung

Aspek Panduan
Waktu & tempat Privat, tenang, bukan di tengah tekanan deadline
Pendekatan Gunakan I-statements, bukan menyalahkan
Mendengarkan Aktif — pahami perspektif mereka dulu
Fokus Pada masalah, bukan pada orangnya
Tujuan Cari titik temu dan tujuan bersama

Contoh I-statements:

Hindari Gunakan
"Kamu selalu terlambat submit" "Saya merasa kesulitan merencanakan pekerjaan ketika deliverable datang tidak sesuai jadwal"
"Kamu salah dalam pendekatan ini" "Saya melihat situasi ini dari sudut pandang berbeda, boleh saya jelaskan?"
"Kamu membuat saya frustrasi" "Saya merasa frustrasi dengan situasi ini dan ingin kita cari solusi bersama"

Langkah 3 — Cari Resolusi Bersama

Brainstorm opsi solusi tanpa mengevaluasi terlebih dahulu. Fokus pada kepentingan (interests), bukan posisi (positions). Cari hasil win-win. Sepakati langkah konkret dengan timeline. Tentukan jadwal follow-up.

Langkah 4 — Eskalasi Jika Diperlukan

Tahap Pihak Kondisi
Tahap 1 Atasan langsung sebagai fasilitator Komunikasi langsung tidak berhasil
Tahap 2 Tim HR/People sebagai mediator Fasilitasi atasan tidak berhasil
Tahap 3 Proses formal/mediasi terstruktur Mediasi informal tidak berhasil

Teknik De-eskalasi

Teknik Cara Penerapan
Turunkan volume suara Mendorong lawan bicara melakukan hal yang sama
Minta jeda "Saya rasa kita perlu waktu menenangkan diri. Lanjut besok?"
Akui emosi Validasi emosi tanpa harus setuju dengan posisi
Kembali ke fakta Arahkan ke data ketika mulai personal
Framing ulang Ubah "Kamu vs Saya" menjadi "Kita vs Masalah"

Proses Mediasi Formal

Tahap Tindakan
1 Kedua belah pihak menyetujui proses mediasi
2 Mediator netral ditunjuk oleh tim People
3 Sesi mediasi dijadwalkan secara konfidensial
4 Setiap pihak mendapat kesempatan yang sama
5 Mediator memfasilitasi diskusi menuju resolusi
6 Kesepakatan didokumentasikan dan ditandatangani
7 Follow-up dalam 2-4 minggu

Seluruh proses mediasi bersifat konfidensial dan tidak mempengaruhi catatan kinerja kecuali terkait pelanggaran kebijakan.


Kapan Langsung Libatkan HR

Segera hubungi people@divistant.com tanpa perlu komunikasi langsung terlebih dahulu jika konflik melibatkan:

Situasi Alasan
Dugaan pelecehan (harassment) Perlindungan hukum korban
Diskriminasi (gender, ras, agama, dll.) Pelanggaran hak fundamental
Ketimpangan kekuasaan signifikan Power imbalance
Dugaan pelanggaran hukum/kebijakan Investigasi formal diperlukan
Ancaman keselamatan fisik/psikologis Keselamatan prioritas utama

Peran Manager

Tanggung Jawab Detail
Deteksi dini Kenali tanda-tanda konflik sedini mungkin
Fasilitasi netral Menjadi fasilitator yang tidak memihak
Fokus fakta Fokus pada fakta dan solusi
Dorong kemandirian Dorong tim menyelesaikan konflik sendiri dulu
Follow-up Pastikan hubungan kerja pulih setelah resolusi

Pencegahan Konflik

Praktik Dampak
Komunikasi jelas dan reguler Mengurangi misunderstanding
Definisi role & tanggung jawab eksplisit Menghindari process conflict
One-on-one rutin Deteksi dini isu
Budaya feedback terbuka Mencegah penumpukan resentment
Asumsi niat baik (positive intent) Mengurangi eskalasi emosi
Tangani masalah sejak kecil Mencegah membesar

Kebijakan Anti-Retaliasi

Divistant menjamin tidak ada konsekuensi negatif bagi siapapun yang melaporkan konflik atau berpartisipasi dalam proses penyelesaian dengan itikad baik. Retaliasi merupakan pelanggaran serius.


Training & Awareness

Materi Target Peserta Frekuensi
Conflict resolution fundamentals Karyawan baru Saat onboarding
De-escalation techniques Seluruh karyawan Tahunan
Mediasi dan fasilitasi People Manager Tahunan
Advanced conflict management Senior Leadership Tahunan

Kebijakan Terkait

Kebijakan Keterkaitan
Grievance & Appeal Policy Proses formal pengajuan keluhan
Escalation Procedure Prosedur eskalasi masalah
Whistleblowing & Reporting Pelaporan pelanggaran serius
Code of Conduct Standar perilaku yang diharapkan
Anti-Harassment Policy Perlindungan dari pelecehan

Kontak

Pihak Untuk
Atasan langsung Konflik terkait pekerjaan sehari-hari
Tim People & Culture (people@divistant.com) Mediasi formal atau konflik sensitif
Director Eskalasi tingkat tertinggi
Last updated 3 months ago
Was this helpful?
Thanks!