to select ↑↓ to navigate
Sales Playbook

Sales Playbook

Prospect Management Guideline

Prospect Management Guideline

Panduan lengkap untuk mengelola prospect dari identifikasi hingga konversi ke Opportunity di BizOps CRM.

Ringkasan

Prospect Management adalah proses mengidentifikasi, mengkualifikasi, dan mengelola calon customer yang memiliki potensi tinggi untuk menjadi customer. Prospect berbeda dari Lead karena sudah menunjukkan minat yang lebih jelas dan memiliki karakteristik yang lebih qualified. Manajemen prospect yang efektif akan meningkatkan conversion rate dan mempercepat sales cycle.

Perbedaan Prospect vs Lead

Karakteristik Prospect

Aspek Lead Prospect
Tingkat Keterlibatan Rendah - Sedang Sedang - Tinggi
Kualifikasi Belum dikualifikasi Sudah dikualifikasi sebagian
Minat Umum atau belum jelas Spesifik dan jelas
Engagement Minimal Aktif (email, call, meeting)
Budget Belum dikonfirmasi Dikonfirmasi atau ada indikasi kuat
Timeline Belum jelas Sudah ditetapkan atau dalam proses

Kapan Lead Menjadi Prospect

Lead menjadi Prospect ketika:

  • Sudah ada kontak aktif (email, call, meeting)
  • Menunjukkan minat spesifik terhadap produk/layanan
  • Budget sudah dikonfirmasi atau ada indikasi kuat
  • Decision maker sudah teridentifikasi
  • Timeline sudah ditetapkan atau dalam proses

Flow Penggunaan di BizOps

Identifikasi dan Kualifikasi Prospect

Langkah 1: Review Lead yang Potensial

Tindakan:

  1. Navigasi ke CRM > Lead > List
  2. Gunakan filter untuk mencari Lead dengan kriteria:
    • Status: "Open" atau "Replied"
    • Source: High-value sources (Referral, Event, dll)
    • Industry: Target industry
    • Territory: Territory yang sesuai
  3. Review Lead berdasarkan skor dan engagement level
  4. Identifikasi Lead yang memenuhi kriteria Prospect

Screenshot: Screenshot Langkah 1 - List View Lead dengan Filter

Keterangan:

  • Gunakan filter untuk menemukan Lead yang potensial
  • Review skor Lead (Hot Lead biasanya siap menjadi Prospect)
  • Periksa engagement history (email, call, meeting)

Langkah 2: Update Status Lead ke Prospect

Tindakan:

  1. Buka form Lead yang teridentifikasi sebagai Prospect
  2. Update field Status menjadi "Opportunity" atau status yang menunjukkan Prospect
  3. Atau buat custom status "Prospect" jika tersedia
  4. Update field terkait:
    • Expected Revenue: Set jumlah yang diharapkan
    • Lead Owner: Pastikan terassign ke sales person yang tepat
  5. Klik "Save" untuk menyimpan

Screenshot: Screenshot Langkah 2 - Update Status Lead ke Prospect

Keterangan:

  • Status "Opportunity" menunjukkan Lead sudah qualified dan siap untuk dikonversi
  • Expected Revenue membantu tracking nilai Prospect
  • Lead Owner harus sales person yang tepat untuk handling

Langkah 3: Dokumentasikan Kualifikasi Prospect

Tindakan:

  1. Masuk ke tab "Notes" atau "Activities"
  2. Tambahkan catatan tentang kualifikasi Prospect:
    • Budget: Status budget (Dikonfirmasi/Diindikasikan)
    • Authority: Decision maker yang teridentifikasi
    • Need: Kebutuhan bisnis yang spesifik
    • Timeline: Timeline yang ditetapkan
  3. Dokumentasikan semua interaksi (email, call, meeting)
  4. Update engagement level dan interest level

Screenshot: Screenshot Langkah 3 - Dokumentasi Kualifikasi Prospect

Keterangan:

  • Dokumentasi lengkap membantu tracking progress Prospect
  • Engagement history penting untuk memahami interest level
  • Kualifikasi BANT harus terdokumentasi dengan jelas

Nurturing dan Engagement Prospect

Langkah 1: Buat Engagement Plan

Tindakan:

  1. Berdasarkan kualifikasi Prospect, buat engagement plan:
    • Tentukan frekuensi kontak (mingguan/bulanan)
    • Tentukan saluran komunikasi (email, call, meeting)
    • Tentukan konten yang relevan (case study, demo, dll)
  2. Dokumentasikan plan di Notes atau Activities
  3. Set reminder untuk follow-up

Screenshot: Screenshot Langkah 1 - Engagement Plan

Keterangan:

  • Engagement plan membantu menjaga konsistensi komunikasi
  • Reminder memastikan follow-up tidak terlewat
  • Konten yang relevan meningkatkan engagement

Langkah 2: Eksekusi Engagement Activities

Tindakan:

  1. Lakukan kontak sesuai engagement plan:
    • Kirim email dengan konten yang relevan
    • Lakukan follow-up call
    • Jadwalkan meeting jika diperlukan
  2. Dokumentasikan setiap interaksi di Activities
  3. Update status dan engagement level setelah setiap interaksi
  4. Perbarui Expected Revenue jika ada perubahan

Screenshot: Screenshot Langkah 2 - Eksekusi Engagement Activities

Keterangan:

  • Setiap interaksi harus terdokumentasi
  • Update status membantu tracking progress
  • Engagement level menunjukkan tingkat minat Prospect

Langkah 3: Track Engagement Metrics

Tindakan:

  1. Review engagement metrics secara berkala:
    • Frekuensi kontak
    • Response rate
    • Engagement level
    • Interest level
  2. Identifikasi Prospect yang perlu lebih banyak nurturing
  3. Identifikasi Prospect yang siap untuk dikonversi ke Opportunity
  4. Update engagement plan jika diperlukan

Screenshot: Screenshot Langkah 3 - Track Engagement Metrics

Keterangan:

  • Metrics membantu mengukur efektivitas engagement
  • Prospect dengan engagement tinggi biasanya siap untuk dikonversi
  • Prospect dengan engagement rendah perlu lebih banyak nurturing

Konversi Prospect ke Opportunity

Langkah 1: Verifikasi Prospect Siap untuk Opportunity

Tindakan:

  1. Review kualifikasi Prospect:
    • Budget sudah dikonfirmasi
    • Decision maker teridentifikasi dan terlibat
    • Kebutuhan bisnis sudah jelas
    • Timeline sudah ditetapkan
  2. Periksa engagement level (harus tinggi)
  3. Verifikasi semua informasi lengkap
  4. Pastikan Prospect memenuhi semua kriteria BANT

Screenshot: Screenshot Langkah 1 - Verifikasi Prospect Siap

Keterangan:

  • Prospect harus memenuhi semua kriteria BANT sebelum konversi
  • Engagement level tinggi menunjukkan minat yang kuat
  • Informasi lengkap memastikan Opportunity dibuat dengan benar

Langkah 2: Konversi ke Opportunity

Tindakan:

  1. Di form Lead (Prospect), klik tombol "Convert to Opportunity"
  2. Di dialog konversi, review dan sesuaikan field:
    • Party Name: Nama Customer/Lead (auto-filled)
    • Opportunity Type: Pilih tipe (Sales, Maintenance, dll)
    • Opportunity Amount: Jumlah dari Expected Revenue (sesuaikan jika perlu)
    • Expected Closing Date: Set tanggal penutupan yang realistis
  3. Klik "Create Opportunity"

Screenshot: Screenshot Langkah 2 - Dialog Konversi ke Opportunity

Keterangan:

  • Opportunity Amount bisa disesuaikan sebelum create
  • Expected Closing Date harus realistis berdasarkan timeline Prospect
  • Opportunity Type menentukan workflow selanjutnya

Langkah 3: Verifikasi dan Follow-up

Tindakan:

  1. Setelah konversi, verifikasi Opportunity terbuat dengan benar
  2. Periksa semua field ter-mapping dengan benar
  3. Update status Lead menjadi "Converted"
  4. Lanjutkan engagement dengan Opportunity (bukan Lead)
  5. Dokumentasikan konversi di Notes

Screenshot: Screenshot Langkah 3 - Verifikasi Opportunity Terbuat

Keterangan:

  • Verifikasi memastikan Opportunity dibuat dengan benar
  • Status "Converted" menunjukkan Lead sudah dikonversi
  • Engagement selanjutnya dilakukan dengan Opportunity

Framework Kualifikasi Prospect

Framework BANT untuk Prospect

Kriteria Status Prospect Pertanyaan Kunci
Budget Dikonfirmasi atau Diindikasikan "Apakah budget sudah dialokasikan?"
Authority Decision Maker Teridentifikasi "Siapa yang mengambil keputusan?"
Need Kebutuhan Spesifik Jelas "Apa masalah utama yang ingin diselesaikan?"
Timeline Timeline Ditentukan "Kapan target implementasi?"

Scoring Prospect

Faktor Scoring Prospect

Faktor Bobot Rentang Skor Keterangan
Budget Dikonfirmasi Tinggi 1-30 Budget sudah dikonfirmasi = 30, diindikasikan = 15-20
Decision Maker Terlibat Tinggi 1-25 Decision maker terlibat aktif = 25, teridentifikasi = 15
Kebutuhan Spesifik Tinggi 1-20 Kebutuhan sangat spesifik = 20, umum = 10
Timeline Jelas Sedang 1-15 Timeline ditetapkan = 15, dalam proses = 8-10
Engagement Level Sedang 1-10 Engagement tinggi = 10, sedang = 5-7

Kategori Prospect

  • Hot Prospect (80-100): Siap untuk dikonversi ke Opportunity segera
  • Warm Prospect (50-79): Perlu nurturing lebih lanjut, siap dalam 1-2 bulan
  • Cold Prospect (30-49): Perlu kualifikasi lebih dalam, siap dalam 3-6 bulan

Praktik Terbaik Prospect Management

1. Identifikasi Prospect yang Tepat

  • Fokus pada Lead dengan engagement tinggi
  • Prioritaskan Lead dari sumber berkualitas tinggi (Referral, Event)
  • Gunakan scoring untuk mengidentifikasi Prospect potensial
  • Review Lead secara berkala untuk identifikasi Prospect baru

2. Engagement yang Konsisten

  • Buat engagement plan yang jelas dan konsisten
  • Gunakan multiple channels (email, call, meeting)
  • Sediakan konten yang relevan dan bernilai
  • Dokumentasikan setiap interaksi

3. Tracking dan Monitoring

  • Track engagement metrics secara berkala
  • Monitor progress Prospect melalui pipeline
  • Identifikasi Prospect yang stuck atau perlu perhatian
  • Update status dan engagement level secara teratur

4. Timing Konversi

  • Jangan terlalu cepat mengonversi (risiko Opportunity yang tidak qualified)
  • Jangan terlalu lambat mengonversi (risiko kehilangan momentum)
  • Konversi saat semua kriteria BANT terpenuhi
  • Konversi saat engagement level tinggi dan interest kuat

Integrasi dengan DocType Lead di BizOps

Field yang Relevan untuk Prospect

Field Tipe Wajib Deskripsi
status Select Ya Status Lead (New, Open, Opportunity, Converted)
lead_name Data Ya Nama prospect (kontak person)
company_name Data Ya Nama perusahaan
expected_revenue Currency Tidak Pendapatan yang diharapkan (untuk tracking nilai Prospect)
lead_owner Link Ya Sales person yang menangani Prospect
source Link Tidak Sumber Lead (untuk tracking efektivitas)
industry Link Tidak Klasifikasi industri
territory Link Tidak Territory penjualan

Workflow Prospect di BizOps

Lead (New/Open) → Prospect (Opportunity Status) → Opportunity → Quotation

Aturan:

  • Lead dengan status "Opportunity" dianggap sebagai Prospect
  • Prospect dikonversi ke Opportunity saat semua kriteria BANT terpenuhi
  • Setelah konversi, status Lead menjadi "Converted"

Skenario Umum & Solusi

Skenario 1: Prospect Tidak Responsif

Masalah: Prospect tidak merespons setelah beberapa upaya engagement.

Solusi:

  1. Coba saluran komunikasi berbeda (email → call → LinkedIn)
  2. Kirim konten yang lebih relevan dan bernilai
  3. Periksa timing kontak (hindari waktu yang tidak tepat)
  4. Jika masih tidak responsif setelah 30 hari, pindah ke status "Nurturing"
  5. Siapkan kampanye nurturing otomatis

Skenario 2: Prospect Tidak Siap untuk Konversi

Masalah: Prospect menunjukkan minat tapi belum siap untuk dikonversi ke Opportunity.

Solusi:

  1. Lanjutkan nurturing dengan konten yang relevan
  2. Fokus pada edukasi dan building relationship
  3. Perbarui engagement plan dengan timeline yang lebih panjang
  4. Monitor progress secara berkala
  5. Siapkan untuk konversi saat semua kriteria terpenuhi

Skenario 3: Multiple Prospects dari Perusahaan yang Sama

Masalah: Ada beberapa Prospect dari perusahaan yang sama.

Solusi:

  1. Gabungkan atau link semua Prospect ke satu Customer record
  2. Tentukan primary Prospect (decision maker atau champion)
  3. Koordinasikan engagement untuk menghindari duplikasi
  4. Dokumentasikan semua interaksi di satu tempat
  5. Fokus pada primary Prospect untuk konversi

Skenario 4: Prospect Berubah Menjadi Cold

Masalah: Prospect yang sebelumnya hot menjadi cold (tidak responsif, timeline berubah).

Solusi:

  1. Evaluasi alasan perubahan (budget cut, priority change, dll)
  2. Update status dan engagement level
  3. Sesuaikan engagement plan (kurangi frekuensi, ubah approach)
  4. Pindah ke nurturing mode jika diperlukan
  5. Monitor untuk re-engagement opportunity

Daftar Periksa Referensi Cepat

Identifikasi Prospect

  • Lead menunjukkan minat spesifik
  • Budget dikonfirmasi atau diindikasikan
  • Decision maker teridentifikasi
  • Kebutuhan bisnis jelas
  • Timeline ditetapkan atau dalam proses
  • Engagement level tinggi
  • Update status Lead ke "Opportunity"

Nurturing Prospect

  • Buat engagement plan yang jelas
  • Set reminder untuk follow-up
  • Dokumentasikan setiap interaksi
  • Update engagement level secara berkala
  • Sediakan konten yang relevan
  • Track engagement metrics

Konversi Prospect

  • Semua kriteria BANT terpenuhi
  • Engagement level tinggi
  • Informasi lengkap dan akurat
  • Konversi ke Opportunity
  • Verifikasi Opportunity terbuat dengan benar
  • Update status Lead menjadi "Converted"
  • Dokumentasikan konversi

Lihat Juga

Last updated 4 months ago
Was this helpful?
Thanks!